Minggu, 29 November 2015

PANEN JAGUNG MANIS

Jagung manis mulai berbunga setelah 50 hari. 10 hari sebelum panen raya, panen jagung harus dilakukan. Selama periode ini akan tumbuh dua tongkol jagung, petik tongkol bawah. Pemanenan tongkol muda dimaksudkan agar asupan nutrisi pada tongkol utama tercukupi, sehingga hasilnya maksimal.
Selain memilih tongkol muda, papas daun bawah helai 2-3. Jika muncul kembali tunas buah muda sebelum panen raya, Petiklah sebagai panen tambahan. Panen utama budidaya jagung manis dapat dilakukan setelah 65-75 hari tanaman tua.

HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG MANIS

Hama yang banyak ditemukan dalam budidaya jagung manis salah satunya adalah penggerek batang jagung dan Hawar daun,. Berikut sifat-sifat hama pada tanman jagung manis :
  • Penggerek batang jagung (O. furnacalis), hama ini menyerang tanaman pada vase vegetatif maupun generatif. Kerusakan tanaman terjadi karena larva menggerek bagian batang tanaman untuk mendapatkan makanan. Penggerek batang jagung bisa dikendalikan secara teknis dengan mengatur rotasi tanam seperti dengan kedelai dan kacang tanah.
Selain itu bisa juga dengan dengan memotong bunga jantan dan menerapkan waktu tanam yang tepat. Pembasmian hayati dengan memanfaatkan musuh alami seperti Trichogramma spp. atau predator alami Euborellia annulata yang memangsa larva.
  • Hawar daun (Helminthosporium turcicum), penyakit ini menyerang daun dengan gejala awal bercak-bercak kecil berbentuk oval yang berkembang menjadi hawar berwarna coklat keabu-abuan. Biasanya serangan ditemukan pada daun tua (bawah) kemudian menjalar ke daun muda (atas). Pada keadaan yang parah bisa menyababkan kematian pada tanaman dengan penampakan daun kering seperti terbakar.
Untuk mengendalikannya gunakan varietas yang tahan, pengolahan tanah yang baik, penyiangan dan pengaturan jarak tanam. Pada budidaya jagung manis non-organik bisa diaplikasikan fungisida. Disamping hama, budidaya jagung manis tidak terlepas dari serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun cendawan
  • Karat (Puccinia sorghi), gejalanya terdapat bercak-bercak bisul berwarna coklat sampai oranye pada permukaan daun bagian atas.
Penyakit ini biasanya menyerang jagung yang ditanam di daerah beriklim tropis hingga sedang. Penyakit ini berkembang baik pada suhu 16-23oC dengan kelembaban tinggi. Bisa dikendalikan dengan pemilihan varietas benih, menjaga sanitasi kebun dan aplikasi biopestisida apabila bisul muncul pada permukaan daun.

CARA MENANAM JAGUNG MANIS


Jagung manis merupakan salah satu dari kelompok kultivar jagung komersial cukup penting, setelah jagung biasa, juga disebut bidang jagung atau ladang jagung. Keistimewaannya terutama sukrosa gula konten yang tinggi pada saat panen. Panen untuk produksi selalu dilakukan ketika tahap muda “masak susu”, kira-kira 18-22 hari setelah penyerbukan terjadi. Rasa manis pada saat panen terjadi karena jagung merupakan mutasi pada satu atau lebih gen yang mengatur pembentukan rantai polisakarida, sehingga butir pati jagung gagal terbentuk dalam jumlah yang cukup. Sebagai hasil dari kegagalan ini, ketika mengering biji-bijinya yang akan berkerut.

Menanaman jagung manis paling efektif dengan cara ditugal. Buatlah lubang sedalam 2-3 cm kemudian masukan 2 butir benih jagung. Setelah itu tutup dengan tanah dan kompos, kemudian siram agar kelembaban tanah terjaga. Kebutuhan benih budidaya jagung manis adalah 8 kg per hektar.
Jarak tanam pada budidaya jagung manis adalah 60-75 cm. Jarak tanam ini mengikuti jumlah populasi ideal tanaman. Budidaya jagung manis akan munai hasil baik dengan menjaga populasi tanaman sebanyak 34.000-37.000 tanaman per hektar.