Hama yang banyak ditemukan dalam
budidaya jagung manis salah satunya adalah penggerek batang jagung dan
Hawar daun,. Berikut sifat-sifat hama pada tanman jagung manis :
- Penggerek
batang jagung (O. furnacalis), hama ini menyerang tanaman pada vase
vegetatif maupun generatif. Kerusakan tanaman terjadi karena larva
menggerek bagian batang tanaman untuk mendapatkan makanan. Penggerek
batang jagung bisa dikendalikan secara teknis dengan mengatur rotasi
tanam seperti dengan kedelai dan kacang tanah.
Selain
itu bisa juga dengan dengan memotong bunga jantan dan menerapkan waktu
tanam yang tepat. Pembasmian hayati dengan memanfaatkan musuh alami
seperti Trichogramma spp. atau predator alami Euborellia annulata yang
memangsa larva.
- Hawar daun
(Helminthosporium turcicum), penyakit ini menyerang daun dengan gejala
awal bercak-bercak kecil berbentuk oval yang berkembang menjadi hawar
berwarna coklat keabu-abuan. Biasanya serangan ditemukan pada daun tua
(bawah) kemudian menjalar ke daun muda (atas). Pada keadaan yang parah
bisa menyababkan kematian pada tanaman dengan penampakan daun kering
seperti terbakar.
Untuk
mengendalikannya gunakan varietas yang tahan, pengolahan tanah yang
baik, penyiangan dan pengaturan jarak tanam. Pada budidaya jagung manis
non-organik bisa diaplikasikan fungisida. Disamping hama, budidaya
jagung manis tidak terlepas dari serangan penyakit yang disebabkan oleh
bakteri, virus maupun cendawan
- Karat (Puccinia sorghi), gejalanya terdapat bercak-bercak bisul berwarna coklat sampai oranye pada permukaan daun bagian atas.
Penyakit
ini biasanya menyerang jagung yang ditanam di daerah beriklim tropis
hingga sedang. Penyakit ini berkembang baik pada suhu 16-23oC dengan
kelembaban tinggi. Bisa dikendalikan dengan pemilihan varietas benih,
menjaga sanitasi kebun dan aplikasi biopestisida apabila bisul muncul
pada permukaan daun.